INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 2 Januari 2025.
Fenomena cuaca ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang kompleks, termasuk angin monsun Asia yang aktif, meningkatnya aktivitas gelombang atmosfer, serta suhu permukaan laut yang hangat di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, bahkan badai petir di berbagai daerah.
Sejumlah wilayah di Indonesia telah masuk dalam daftar zona rawan cuaca ekstrem, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.
BMKG menyebut potensi dampak berupa banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir harus menjadi perhatian serius.
Baca Juga: India Berduka, Mantan PM Manmohan Singh Wafat di Usia 92 Tahun
“Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan menghindari aktivitas di area berisiko tinggi,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan persnya.
Selain dampak langsung seperti banjir, angin kencang juga dilaporkan menumbangkan sejumlah pohon dan merusak bangunan ringan di beberapa daerah.
Baca Juga: Tiga Bayi Meninggal Kedinginan di Tenda Pengungsian: Suhu Dingin Jadi Ancaman Nyata di Gaza
Nelayan dan masyarakat pesisir juga diminta berhati-hati karena gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 4-6 meter di beberapa perairan.
Untuk wilayah perkotaan, genangan air di jalanan dan gangguan transportasi udara menjadi tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi.
Baca Juga: Bandara Sanaa Diserang, Kepala WHO dan Staf PBB Terjebak dalam Serangan Udara
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem ini dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Suhu yang fluktuatif dan kelembapan tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti flu, demam, hingga penyakit pernapasan.