INSIBERNEWS - Pabrik pembuatan narkoba jenis Captagon ditemukan di salah satu pangkalan udara militer yang dulunya dikuasai oleh rezim Bashar Al Assad.
Penemuan ini terungkap setelah beredarnya video yang menunjukkan pembakaran jutaan tablet obat-obatan berbahaya tersebut.
Video itu menarik perhatian media sosial dan media massa, mengungkapkan betapa besarnya skala peredaran narkoba tersebut di Suriah.
Kantor berita AFP melaporkan bahwa tumpukan besar obat Captagon yang ditemukan di Pangkalan Udara Mazzeh, yang terletak dekat dengan ibu kota Damaskus, telah terbakar habis.
Baca Juga: Presiden Yoon Suk Yeol Ngotot Tak Akan Mundur, Siap Lawan Pemakzulan di Parlemen
Selain itu, media Suriah Levant 24 juga mengunggah rekaman video yang menunjukkan pabrik Captagon yang terletak di pinggiran Kota Douma.
Dalam video itu, terlihat sejumlah besar kotak yang berisi tablet narkoba yang diproduksi oleh pabrik tersebut.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Line Up Dewa United vs Barito Putera di BRI Liga 1 2024-2025, Ternyata....
Captagon adalah obat psikoaktif yang pertama kali diproduksi pada tahun 1960-an dan mengandung fenethylline, suatu senyawa sintetis.
Obat ini sangat adiktif dan berbahaya bagi kesehatan, sehingga banyak negara di dunia melarang peredarannya sejak 1980-an.
Efek samping yang ditimbulkan membuat penggunanya merasa tidak takut mati, sehingga banyak dipakai dalam peperangan atau situasi berbahaya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Lampung, Bus Masuk Jurang 70 Meter dan Terbakar, Tiga Tewas
Menurut laporan, hampir 80 persen dari peredaran Captagon di seluruh dunia diproduksi di Suriah selama masa pemerintahan Bashar Al Assad.