"Ini bukan hanya soal kehilangan pemain, tetapi juga tentang hancurnya harapan dan mimpi generasi muda kami," tegas perwakilan asosiasi tersebut.
Baca Juga: Berupaya Perangi Kebocoran di Semua Tingkat, Para Pejabat Diingatkan Prabowo untuk Hemat APBN 2025
Mereka juga menyerukan perhatian dunia internasional untuk melindungi komunitas olahraga Palestina dari dampak konflik.
Tragedi ini mencerminkan bagaimana konflik tak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga masa depan generasi muda di Gaza.
Dunia sepak bola internasional diharapkan tidak hanya memberikan solidaritas, tetapi juga mendesak upaya perdamaian agar tragedi serupa tidak terus berulang.
Bagi keluarga Khalifa dan banyak korban lainnya, perjuangan mereka kini hanya tinggal menjadi kenangan yang tak akan pernah terlupakan.