INSIBERNEWS - Sebuah petisi yang mendesak agar Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden di bidang Keagamaan, dicopot dari jabatannya muncul di laman Change.org setelah pria yang akrab disapa Gus Miftah tersebut menjadi viral karena diduga menghina seorang penjual es teh.
Petisi yang dimulai oleh Dika Prakasa pada Kamis (5/12/2024) sudah ditandatangani oleh lebih dari 49 ribu orang pada pukul 16.34 WIB.
Baca Juga: Kementerian PUPR Usulkan Tiga Inpres Baru, Anggaran Tambahan Rp60,6 Triliun
Dika Prakasa selaku pemrakarsa petisi meminta Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau kembali posisi Gus Miftah.
Dika menilai bahwa tindakan Gus Miftah yang dianggap merendahkan penjual es teh bertentangan dengan prinsip Presiden Prabowo yang selama ini dikenal menghargai pedagang kecil dan masyarakat bawah seperti pedagang kaki lima dan nelayan.
Dika juga menegaskan bahwa jika perbuatan ini dibiarkan, hal tersebut akan merusak citra pemerintahan yang sedang dibangun oleh Presiden Prabowo.
"Yang dilakukan Gus Miftah adalah gambaran karakter beliau yang sudah berulang kali terjadi. Untuk itu, saya meminta agar Presiden segera meninjau kembali dan mencopot beliau dari jabatannya," ujar Dika dalam petisinya.
Baca Juga: Minta Maaf Usai Viral, Berikut 4 Fakta Kontroversi Gus Miftah yang Sebut Goblok ke Penjual Es Teh
Dukungan terhadap petisi ini terus mengalir, terlihat dari komentar-komentar yang diberikan oleh para penandatangan.
Salah satu penandatangan, Augustinus Sitorus, mengungkapkan bahwa perbuatan Gus Miftah telah mencoreng jabatan yang diembannya sebagai Utusan Khusus Presiden.
Menurutnya, sikap tersebut tidak mencerminkan seorang pemuka agama yang baik.
"Perbuatan Gus Miftah sungguh sangat mencoreng jabatan yang ia terima sebagai UKP bidang keagamaan. Tidak mencerminkan pemuka agama yang baik," ungkap Augustinus.