news

PDIP Tegaskan Jokowi dan Keluarga Sudah Bukan Bagian dari Partai

Kamis, 5 Desember 2024 | 12:21 WIB
PDIP Tegaskan Jokowi dan Keluarga Sudah Bukan Bagian dari Partai (Foto : Dok/Tim PDIP)

INSIBERNEWS - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi), putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka, serta menantu Jokowi, Bobby Nasution, kini tidak lagi menjadi bagian dari partai berlambang banteng tersebut.

Hal itu disampaikan Hasto dalam sebuah konferensi pers di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/12/2024).

Baca Juga: Gelombang Protes Meningkat di Korsel Pasca Pengumuman Kebijakan Darurat Militer, Tuntut Yoon Mundur

Hasto menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap perjalanan politik Jokowi dan keluarganya yang dinilai sudah tidak sejalan dengan visi dan cita-cita partai.

PDIP, lanjut Hasto, telah berjuang sejak masa Presiden Sukarno untuk mempertahankan nilai-nilai perjuangan yang sekarang dianggap tidak lagi relevan dengan praktik politik yang dijalankan oleh Jokowi dan keluarganya.

Baca Juga: Wapres Gibran Soroti Pentingnya Perbaikan Kurikulum Olahraga untuk Cegah Obesitas Anak

"Praktik-praktik politik yang dijalankan oleh Presiden Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi mencerminkan nilai-nilai PDIP yang kami perjuangkan. Kami melihat adanya perbedaan prinsip dalam membangun bangsa ini," kata Hasto.

Menurutnya, ambisi kekuasaan yang tak terkontrol menjadi salah satu alasan utama ketidakcocokan ini.

Baca Juga: KemenPPA Apresiasi Korban Pelecehan Agus Buntung yang Berani Speak Up Ungkap Pelanggaran Hukum, Polisi Diminta Gerak Cepat

Hasto juga menegaskan bahwa menjadi anggota PDIP bukan hanya soal memiliki kartu keanggotaan, tetapi lebih kepada komitmen untuk membangun peradaban bangsa yang lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa PDIP memegang teguh prinsip nilai Satyam Eva Jayate, yang mengajarkan bahwa kebenaran dan kejujuran akan selalu menang pada akhirnya.

Baca Juga: Kebaya Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, Peningkatan Kesadaran Global tentang Pelestarian Budaya

Oleh karena itu, menurutnya, kekuasaan yang dibangun dengan cara yang tidak jujur atau otoriter akan berakhir buruk.

Partai berlambang banteng ini juga mengingatkan bahwa sejarah peradaban menunjukkan bahwa kekuasaan yang dibangun dengan cara yang tidak tepat pada akhirnya akan menjadi bagian dari sisi gelap sejarah.

Halaman:

Tags

Terkini