news

Kenapa Warga Bekasi Ogah Pilkada? Jawaban KPU Bekasi Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 30 November 2024 | 12:29 WIB
KPU Bekasi Ungkap Partisipasi Pilkada Bekasi Anjlok 30%! Apa yang Salah? (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Bekasi 2024 disebabkan oleh penggabungan tempat pemungutan suara (TPS) yang berdampak pada jarak yang semakin jauh antara TPS dengan pemilih.

Menurut KPU Kota Bekasi, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada kali ini mengalami penurunan hingga 20-30 persen dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.

Jarak TPS yang Terlalu Jauh Jadi Kendala

Afif Fauzi, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat di KPU Kota Bekasi, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya partisipasi adalah penggabungan TPS yang sebelumnya berada di tingkat RT (Rukun Tetangga) kini digabungkan ke tingkat RW (Rukun Warga).

Hal ini membuat jarak tempuh pemilih semakin jauh, yang kemudian mempengaruhi keputusan mereka untuk datang ke TPS.

"Memang ada faktor teknis juga, temuan warga memang TPS-nya terlalu jauh, karena penggabungan yang dulunya satu TPS tingkat RT, ini satu RW bisa dua, sehingga itu juga cukup lumayan jauh," kata Afif dalam keterangan pada Jumat (29/11/2024).

 Baca Juga: Kamar Mandi Sering Bau Pesing? Pakai Ini Biar Seger!

Faktor Lain yang Menyebabkan Rendahnya Partisipasi Pemilih

Afif juga menyebutkan faktor lain yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi pemilih. Di antaranya adalah adanya kegiatan lain yang mengalihkan perhatian pemilih dari Pilkada, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang keuntungan yang bisa diperoleh dari mengikuti Pilkada.

"Apakah tidak hadirnya karena memang ada kegiatan lain atau memang tidak ada keuntungan di pilkada itu masih kita analisa. Misal, 'nyoblos pilkada keuntungan buat saya apa?' Mungkin kalau pilpres kan ada dampak atau kesukaan dengan tokoh," ungkap Afif.

Afif menggarisbawahi bahwa pemilih sering kali merasa bahwa Pilkada tidak membawa dampak langsung bagi mereka, berbeda dengan pemilu presiden yang lebih dirasakan pengaruhnya, terutama terkait dengan pilihan tokoh yang lebih populer.

 Baca Juga: Cara Cepat dan Praktis Bersihkan Kerak Dinding yang Membandel

Evaluasi dan Inovasi Sosialisasi

KPU Kota Bekasi menyadari pentingnya evaluasi terhadap rendahnya tingkat partisipasi ini. Afif menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait program sosialisasi yang telah dilaksanakan selama ini, dan mencari inovasi baru agar bisa menjangkau semua segmen pemilih.

"Partisipasi masyarakat itu jadi catatan buat kami juga, catatan juga buat kami di KPU Kota Bekasi terkait program sosialisasi yang tadinya menyentuh mungkin harus ada program inovasi baru karena semua segmen sudah kita lakukan," ujar Afif.

Dengan langkah evaluasi ini, KPU Kota Bekasi berharap dapat memperbaiki dan meningkatkan partisipasi pemilih di masa depan, serta memastikan bahwa pemilu dan pilkada dapat berlangsung dengan partisipasi yang optimal dari seluruh lapisan masyarakat.

Tags

Terkini