INSIBERNEWS - Jepang tengah menghadapi tantangan besar akibat krisis demografi. Populasi yang menua dengan cepat menyebabkan banyak rumah kosong terbengkalai, terutama di wilayah pedesaan.
Rumah-rumah yang dikenal sebagai akiya ini kini jumlahnya mencapai sekitar 10 juta unit, menurut laporan terbaru.
Fenomena ini membuka peluang bagi pembeli yang mencari properti dengan harga sangat murah, bahkan ada rumah yang dijual hanya seharga USD1 atau sekitar Rp16 ribu.
Namun, harga yang terlampau rendah bukan tanpa konsekuensi. Banyak akiya dalam kondisi memprihatinkan dan memerlukan renovasi besar-besaran sebelum dapat dihuni.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Indonesia Sepekan ke Depan
Matthew Ketchum, pendiri situs akiyaz.io yang mempromosikan penjualan rumah-rumah ini, mengungkapkan bahwa biaya renovasi untuk akiya bisa sangat signifikan.
"Rata-rata, renovasi membutuhkan biaya antara 5 juta hingga 10 juta yen, atau sekitar Rp500 juta hingga Rp1 miliar," jelasnya.
Baca Juga: Peradi Tegaskan Peran Tunggalnya Sebagai Organisasi Advokat Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2003
Sebagian besar rumah kosong ini terletak di daerah pedesaan yang semakin sepi karena urbanisasi. Anak-anak muda lebih memilih tinggal di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, meninggalkan desa asal mereka yang berangsur-angsur kehilangan populasi.
Akibatnya, akiya menjadi masalah yang cukup pelik, tetapi juga peluang menarik bagi individu atau keluarga yang ingin menetap di lingkungan yang lebih tenang.
Baca Juga: DJBC Musnahkan 102 Unit iPhone 16 Ilegal, Begini Alasan Pemerintah Indonesia
Fenomena ini telah menarik perhatian global. Banyak warga asing tertarik membeli akiya sebagai rumah kedua atau investasi jangka panjang. Selain harganya yang terjangkau, banyak properti ini menawarkan pemandangan indah dan lokasi yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Namun, pembeli disarankan untuk berhati-hati dan memahami proses hukum di Jepang yang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pembeli internasional.
Artikel Terkait
Habiburokhman Kecewa Berat, Polisi Tak Bisa Semena-mena Labeli Siswa Semarang Gangster!
Habiburokhman Geram! Kapolres Semarang Tak Angkat Telepon, Komisi III DPR Siap Panggil!
Shin Tae-yong Bongkar Masalah Internal PSSI! Koordinasi Buruk Sebabkan Timnas Indonesia Tersandung di Kualifikasi Piala Dunia 2026!
Denza D9 Siap Masuk Indonesia 2025! Ini Dia Rival-Rival Berat yang Harus Dihadapinya di Pasar Mobil Premium!
Skandal Pemilu: Ketua KPPS dan Petugas Pamsung Coba Pengaruhi Suara, Terancam 18 Bulan Penjara!
DJBC Musnahkan 102 Unit iPhone 16 Ilegal, Begini Alasan Pemerintah Indonesia
Lihat dari Dekat Mobil Listrik 'Murah' Bertampang Suzuki Jimny yang Mau Masuk RI
Peradi Tegaskan Peran Tunggalnya Sebagai Organisasi Advokat Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2003
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Indonesia Sepekan ke Depan
Peringatan 30 Tahun PlayStation: PS5 Aksesori Baru, Edisi Terbatas, dan Kejutan di State of Play 3 Desember