news

Krisis Gaza Memuncak: Kekurangan Obat dan Bahan Pokok Kian Parah

Sabtu, 30 November 2024 | 08:23 WIB
Krisis Gaza Memuncak: Kekurangan Obat dan Bahan Pokok Kian Parah (Photo : Abdel Kareem Hana/AP)

INSIBERNEWS - Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kekurangan obat-obatan, makanan, tempat tinggal, dan bahan bakar telah mencapai tingkat yang sangat kritis, terutama di wilayah utara Gaza.

Dalam konferensi pers terbaru di Jenewa, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak Israel untuk membuka akses lebih luas bagi bantuan kemanusiaan serta mempercepat jalannya operasi penyelamatan.

Baca Juga: Terkait Penyelenggaran Donasi Untuk Agus Tanpa Izin, Kemensos Maklumi, Mungkin Selama Ini Sosialisasi Kemensos Kurang

Tedros menjelaskan, konflik yang dipicu serangan besar Hamas pada 7 Oktober tahun lalu telah memaksa hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi.

Awalnya, sebagian besar dari mereka tinggal di gedung-gedung publik atau bersama keluarga. Namun, situasi terus memburuk hingga kini mayoritas pengungsib mencapai 90 persen terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat.

Baca Juga: Warga Negara Indonesia Ditangkap dengan Membawa Uang Palsu di Bandara Internasional Washington Dulles

"Hidup di bawah tenda membuat mereka rentan terhadap penyakit seperti infeksi pernapasan, apalagi dengan datangnya musim hujan dan ancaman banjir yang memperburuk kekurangan gizi," ungkap Tedros.

Baca Juga: RSU Pengayoman Cipinang Raih Juara I Dinkes Innovation Days 2024 dengan Inovasi Telepatic Menembus Jeruji

WHO baru-baru ini mengirimkan tim untuk melakukan misi kemanusiaan selama tiga hari di Gaza Utara. Dari kunjungan tersebut, mereka menemukan lonjakan pasien dengan luka berat akibat trauma serta peningkatan signifikan pada pasien penyakit kronis yang memerlukan penanganan mendesak.

Fasilitas kesehatan yang tersisa berjuang keras dengan stok obat-obatan yang sangat terbatas.

Baca Juga: KPA: Rencana Pengentasan Mafia Tanah dan Penyelesaian Konflik Agraria Jangan Hanya Lip Service

“Kekurangan ini benar-benar mengancam nyawa. Kami melakukan segala upaya agar bantuan medis dapat terus mengalir," tambah Tedros.

Tak hanya soal layanan kesehatan, ancaman kelaparan massal di Gaza juga semakin nyata. Penilaian terbaru yang dilakukan oleh tim gabungan PBB menyimpulkan bahwa sebagian besar penduduk menghadapi risiko kelaparan yang akut.

Baca Juga: Terdakwa Pungli Rutan KPK, Deden Rochendi, Mengaku Terima Jatah Bulanan Meski Sudah Tidak Menjabat

Halaman:

Tags

Terkini