news

Santanina Rasul Senator Muslim Pertama di Filipina, Pelopor Perempuan dan Perdamaian Filipina Meninggal Dunia: Tinggalkan Warisan Sejarah Perubahan

Jumat, 29 November 2024 | 14:12 WIB
Senator Pertama Wanita Muslim Filipina Santanina Rasul Meninggal Dunia (www.wisemuslimwomen.org)

INSIBERNEWS - Pada Kamis, 28/11/2024, Filipina kehilangan salah satu tokoh besar yang telah menorehkan banyak prestasi dalam sejarah politik dan pemberdayaan perempuan.

Santanina “Nina” Rasul, senator wanita Muslim pertama di negara tersebut, meninggal dunia pada usia 94 tahun.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang yang mengenalnya sebagai seorang pelopor, legislator, pendidik, serta ibu dan nenek yang penuh kasih sayang.

Rasul bukan hanya dikenal sebagai senator pertama dari komunitas Muslim, tetapi juga sebagai sosok yang berjuang keras untuk hak-hak perempuan dan perdamaian di Filipina.

Mengingat segala pencapaiannya, tak heran jika ia dikenang sebagai ikon perubahan dan inspirasi bagi banyak generasi di negara ini.

Pelopor dan Legislator yang Memperjuangkan Hak Perempuan

Santanina Rasul menjabat sebagai senator dari 1987 hingga 1995, dan selama masa jabatannya, ia memperkenalkan berbagai inisiatif penting yang mengubah wajah Filipina.

Salah satu yang paling monumental adalah Undang-Undang Republik No. 7192, yang dikenal sebagai Undang-Undang Perempuan dalam Pembangunan dan Pembangunan Bangsa.

Undang-undang ini membuka pintu bagi perempuan Filipina untuk berperan lebih aktif dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia militer, dengan memungkinkan perempuan masuk ke Akademi Militer Filipina.

Tak hanya itu, ia juga mensponsori RA 6949, yang menetapkan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Nasional di Filipina, sebuah langkah besar dalam merayakan peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan negara.

 Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Lantik 25 Pejabat Baru: Siap Berinovasi dan Jalankan Tugas Strategis

Perjuangan untuk Perdamaian dan Keberagaman

Di luar dunia legislasi, Santanina Rasul juga dikenal sebagai sosok yang berkomitmen pada perdamaian dan keberagaman.

Ia menjadi anggota panel perdamaian yang berhasil merundingkan pembicaraan damai antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Nasional Moro pada masa pemerintahan Presiden Fidel V.

Ramos. Peranannya dalam membawa proses perdamaian ke arah yang konstruktif ini memberikan dampak besar bagi masyarakat Muslim Moro, yang telah lama terlibat dalam perjuangan untuk keadilan dan hak-hak mereka.

 Baca Juga: Spanyol Terapkan Cuti Iklim Berbayar, Respon Darurat Pasca Banjir Mematikan

Halaman:

Tags

Terkini