INSIBERNEWS - Paslon Ridwan Kamil - Suswono kalah dalam perolehan suara di Pilgub Jakarta dibandingkan Pramono-Rano.
Ridwan kamil dan Suswono merupakan Paslon Pilgub Jakarta dengan nomor urut 1.
Saat ini Ridwan Kamil berharap Pilgub Jakarta 2024 akan ada putaran kedua.
Baca Juga: Ahmad Dhani Golput, Tak Hadir di TPS, Pilkada DKI 2024
Sehingga Ridwan Kamil bisa memiliki kesempatan untuk memenangkan Pilgub Jakarta.
Namun pihak Pramono Anung mengkalim bahwa Pilgub Jakarta hanya akan ada satu putaran saja.
Alasannya adalah Pramono Anung sudah unggul dengan perolehan suara 50,07% menurut Real Count KPUD DKI Jakarta.
Terdapat sejumlah alasan kenapa perolehan suara Ridwan Kamil - Suswono tidak lebih unggul dari Pramono - Rano.
Dilansir INsibernews dari akun Twitter @mharisman (28/11/2024), berikut adalah 7 alasan Ridwan Kamil - Suswono kalah pada Pilgub Jakarta:
Baca Juga: Impor Garam Konsumsi Berakhir 2025, Zulhas Tegaskan Kesiapan Nasional
- Ex Gubernur Jabar akan sulit diterima oleh warga Jakarta, ditambah lagi program-program yang diusung oleh Ridwan Kamil dianggap absurd
- Ridwan Kamil dinilai salah memilih Cawagub. Suswono dinilai sebagai kartu mati dan tidak memiliki seling point. Seharusnya PKS lebih memilih calon muda progresif populer
- Kasus diksi “janda” yang sempat digunakan oleh Ridwan Kamil - Suswono membuat warga Jakarta menilai negatif
- Adanya antipati warga Jakarta terhadap PKS karena bergabung dalam KIM Plus
- Adanya perlawanan anti Rabu Pon
- Endorsment dari Anies Baswedan dan Ahok pada Paslon Pramono Anung-Rano Karno
- Unggulnya strategic campaign dari tim Pramono-Rano, terutama pada Gen Z.***