INSIBERNEWS - Dewan Etik Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menemukan bahwa hasil survei elektabilitas Paslon di Pilgub Jakarta ada perbedaan signifikan antara Poltracking dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Hasil survei dari sejumlah lembaga survei seperti LSI dan Poltracking memang dinilai penting bagi masyarakat.
Namun jika ditemukan perbedaan yang signifikan mengenai hasil survei elektabilitas maka akan terjadi kebingungan di masyarakat.
Baca Juga: BPOM Tarik Peredaran Jajan Anak Latiao Karena Terbukti Mengandung Bakteri Berbahaya
Pada hasil survei LSI Paslon Pramono-Rano unggul dengan presentasi 41,6.
Kemudian pada posisi kedua diisi oleh Paslon Ridwan Kamil-Suswono dengan presentasi 37,4%.
Sedangkan Paslon Dharma-Kun berada di urutan ke 3 dengan presentasi 6,6%.
Baca Juga: Mendikti Saintek: Alumni LPDP Bebas Berkarya di Luar Negeri, Tak Wajib Pulang ke Indonesia
Survei ini dilakukan oleh LSI pada 10-17 Oktober 2024 dengan 1.200 sampel.
Sedangkan pada hasil survei Poltracking, Paslon Ridwan Kamil-Suswono unggul dengan 51% suara.
Kemudian Paslon Pramono-Rano mendapatkan 36,4% suara dan berada di posisi kedua. Paslon Dharma-Kun ada di posisi ketiga dengan jumlah suara 3,9%.
Persepi akhirnya melakukan pemeriksaan kepada LSI pada 28 Oktober 2024.
Kemudian Persepi juga melakukan pemeriksaan kepad lembaga survei Poltracking pada 29 Oktober.
Artikel Terkait
Hasil Survei Pilkada Jawa Timur 2024: Khofifah-Emil Menang Telak
Elektabilitas Paling Kecil, Luluk Nur Hamidah Singgung Politik Survei
LSI Lakukan Survei Elektabilitas Paslon Pilgub Jakarta 2024, Siapa Paling Tinggi?
Menurut Survei LSI, Begini Pengaruh Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2024
Hasil Survei Elektabilitas Pilgub Jakarta 2024 Mengalami Perbedaan di LSI dan Poltracking, Kok Bisa?