INSIBERNEWS - Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Meksiko kembali mencuat setelah Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan bahwa negara itu akan membalas jika Presiden terpilih AS, Donald Trump, melanjutkan rencana untuk mengenakan tarif 25% pada barang-barang dari Meksiko.
Dalam pernyataannya, Sheinbaum menegaskan bahwa jika AS mengambil langkah proteksionis tersebut, Meksiko tidak akan tinggal diam dan akan menaikkan tarif barang-barang AS yang masuk ke Meksiko.
Meksiko Siap Menghadapi Dampak Tarif AS
Dalam konferensi persnya pada Rabu, 20/11/2024, Sheinbaum dengan tegas menyatakan, "Jika ada tarif AS, Meksiko juga akan menaikkan tarif."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Meksiko sedang mempersiapkan diri untuk potensi dampak dari kebijakan tarif AS yang bisa menghancurkan hubungan perdagangan antara dua negara terbesar di Amerika Utara.
Tidak hanya itu, Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard, ikut mengkritik rencana tarif tersebut.
Ebrard menyebutkan bahwa langkah ini akan merugikan ekonomi AS, dengan potensi kehilangan 400.000 lapangan pekerjaan dan harga barang-barang di pasar AS yang semakin mahal.
“Dampaknya terhadap perusahaan AS yang berproduksi di Meksiko sangat besar. Mereka akan dikenakan pajak ganda," ungkap Ebrard.
Tarif AS Bisa Menghantam Industri Otomotif
Salah satu sektor yang akan terkena dampak paling besar adalah industri otomotif. Meksiko, yang menjadi pusat manufaktur bagi produsen mobil besar seperti Ford, General Motors, dan Stellantis, mengkhawatirkan dampak dari tarif 25% tersebut.
Bahkan, Ebrard mengungkapkan bahwa harga truk pikap yang dibuat di Meksiko dan dijual di AS bisa naik hingga $3.000, sebuah lonjakan harga yang mungkin akan mempengaruhi preferensi pembeli, khususnya di kalangan pemilih Trump yang tinggal di daerah pedesaan.
“88% truk pikap yang dijual di AS dibuat di Meksiko. Jika tarif ini diterapkan, harga kendaraan akan melonjak," tambah Ebrard, yang menekankan betapa besar dampak tarif terhadap konsumen di AS.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak! Hizbullah Tembakkan 250 Roket ke Israel, Simak Laporan Lengkapnya!