INSIBERNEWS - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok, Imam Budi Hartono-Ririn Farabi A Rafiq, harus menerima kenyataan tertinggal dalam hasil hitung cepat (quick count) Pilkada 2024.
Hasil sementara dari lembaga survei Voxpol menunjukkan pasangan Supian Suri-Chandra Rahmansyah unggul dengan selisih suara yang cukup signifikan.
Baca Juga: ADOR Mendesak Belift Lab Minta Maaf Terbuka kepada Hanni NewJeans atas Insiden di Koridor
Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Mabruri, menyikapi kekalahan ini dengan bijak, menyebut bahwa dalam setiap pilkada selalu ada yang menang dan ada yang kalah.
Mabruri juga mengungkapkan pandangannya dengan merujuk pada sejarah kekhalifahan Islam yang pernah berkuasa selama 700 tahun namun akhirnya tumbang.
"Kekuasaan itu sifatnya hanya sementara, tidak ada yang abadi," ujar Mabruri, mengingatkan bahwa pergantian kekuasaan merupakan hal yang biasa dalam demokrasi.
Menurutnya, dinamika seperti ini sudah menjadi siklus yang dialami oleh banyak partai politik di berbagai wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Mabruri juga menyinggung kekalahan PDIP di sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah dan Solo, sebagai gambaran bahwa politik adalah proses yang penuh dengan fluktuasi.
"Kalau soal evaluasi, ya memang sudah siklus partai. Kontestasi, evaluasi, konsolidasi," katanya menambahkan.
PKS, yang sebelumnya selalu memenangkan Pilkada di Depok sejak 2006, mengaku siap menerima apapun hasil akhir Pilwalkot Depok, termasuk kekalahan ini.
Sementara itu, hasil quick count yang dirilis oleh Voxpol pada Rabu (27/11/2024) menunjukkan pasangan Supian Suri-Chandra Rahmansyah meraih 54,25 persen suara, sementara pasangan Imam-Ririn memperoleh 45,75 persen.