INSIBERNEWS, Purwakarta - Seluruh Para RT, RK dan Limas geruduk rumah Kepala Desa Batujaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang, terkait honor yang selama 5 bulan belum di berikan, Selasa (26/11/2024) malam.
Saat ramai ramai datang ke rumah Kepala Desa Batujaya, para RT, RK dan Linmas sangat Kecewa karena di ketahui Kepala Desa Batujaya Hilma Octaviani tidak ada di rumahnya, dan akhir berkumpul di salah satu rumah RK.
Bahwa semua RT bila gaji tidak di berikan selama 5 bulan akan mengundurkan diri dari Pemerintahan Desa Batujaya.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Pukau Penggemar dengan Gaya Klasik di Kolaborasi Barunya
Di ketahui Gaji RT dan RK di Desa Batujaya Sekitar Rp. 450.000 (Empat ratus Ribu rupiah) per bulan, sedangkan Gaji Linmas Hanya Rp. 150.000 (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
Lebih mirisnya gaji selama 5 (Lima) bulan belum di berikan oleh Kepala Desa Batujaya, kemana kah anggaran dana yang sudah cair itu, hak para RT, RK dan Linmas tidak di berikan?.
Menurut Perwakilan seluruh RT Se Desa Batujaya RT Saadih, menjelaskan, kami ini hanya RT yang gaji cuma 450.000 per bulan , tujuan kami ke dan rekan rekan ke Rumah Lurah Kades Batujaya, untuk menagih Hak hak Kami yang selam 5 bulan belum di bayarkan," tegasnya pada awak media, Selasa malam (26/112024).
Baca Juga: Yogyakarta Menjadi Satu-satunya Provinsi yang Tidak Mengikuti Pilkada 2024, Kenapa?
Bukan gaji RT aja, lanjut Saadih, Gaji para Linmas dan RK pun belum di bayarkan, jangan penambahan dari Dana Bagi Hasil (DBH), gaji aja belum di bayarkan.
"Setiap dana cair DBH kami kami ini (RT-RED) tidak pernah di kasih honor tambahan dari DBH, saya menanyakan ke desa lain di kasih, Dana udah cair gaki Kami ini Utang, kemana Anggarannya?," ujarnya dengan tegas.
Disisi lain saat di konfirmasi Bendahara Desa Imam biasa di sapa Ahok, membenarkan para RT, RK dan Linmas belum di gaji selama 5 bulan.” Benar RT,RK dan Limas Belum di gaji selama 5 bulan, alasan kenapa belum di gaji kami tidak bisa menjelaskan, bukan wewenang kami, kenapa gaji RT 450.000 karena RT di banyak ada sekitar 21 RT” Ujarnya via WhatsApp (WA) Selasa malam (26/11/2024).
Sejak berita ini diterbitkan, belum bisa ada penjelaskan dari Kepala Desa, berusaha untuk konfirmasi via WhatsApp (WA), tidak di jawab.
Artikel Terkait
Trump Jr Klaim Ayahnya Akan Batasi Media Arus Utama dan Buka Pintu untuk Jurnalis Independen di Gedung Putih
Hizbullah Janji Terus Berjuang dan Dukung Palestina Meski Gencatan Senjata dengan Israel
Kenaikan PPN 12 Persen Diundur, Pemerintah Fokus Beri Stimulus Ekonomi
Yogyakarta Menjadi Satu-satunya Provinsi yang Tidak Mengikuti Pilkada 2024, Kenapa?
Jennie BLACKPINK Pukau Penggemar dengan Gaya Klasik di Kolaborasi Barunya
Iran Sambut Gencatan Senjata di Lebanon, Tegaskan Hak untuk Balas Serangan Israel: Akankah Terjadi Ketegangan Baru?
Ancaman Bom dan 'Swatting' Menghantui Calon Kabinet Trump, Keamanan Diperketat Pasca Serangan
Tingkat Golput Tinggi di Pilkada Jakarta 2024, KPU Masih Kumpulkan Data
Tarif Lebih Tinggi Trump Dikhawatirkan Bisa Hancurkan Ekonomi Dunia! Media Tiongkok Peringatkan Trump tentang Perang Tarif yang Merugikan Semua Pihak
Dewan Perwakilan Rakyat Australia Loloskan Rancangan Undang-Undang Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun