Menanggapi insiden tersebut, Bawaslu NTB mengeluarkan instruksi kepada seluruh TPS di Kabupaten Bima untuk melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap pemilih yang memasuki area pemungutan suara.
"Kami sudah memberikan instruksi kepada jajaran untuk menyarankan KPPS melalui Linmas agar memeriksa pemilih yang masuk ke TPS, terutama memastikan tidak ada senjata tajam atau benda berbahaya yang dibawa," tegas Itratip.
Pihak Bawaslu NTB juga berkomitmen untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di wilayah lainnya, dengan memperketat pengawasan dan prosedur keamanan di setiap TPS.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan Pilkada, agar setiap proses demokrasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.