Aksi Kekerasan Warnai Pemungutan Suara Pilkada di Bima, Ketua KPPS Dibacok oleh Pemilih

Photo Author
- Rabu, 27 November 2024 | 13:56 WIB
Ilustrasi Pembacokan (Foto : istimewa)
Ilustrasi Pembacokan (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Pemungutan suara pada Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terjadi insiden mengejutkan yang melibatkan kekerasan.

Seorang pemilih nekat membacok Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, pada Rabu (27/11/2024) sekitar pukul 08.00 WIT.

Baca Juga: Anies Baswedan Ajak Warga Jakarta Fokus pada Calon Pemimpin, Bukan Dukungan Tokoh

Peristiwa ini terjadi saat proses pemungutan suara di TPS 2 Desa Waduwani, yang awalnya berjalan lancar, namun tiba-tiba berubah menjadi kekerasan.

Korban dari aksi pembacokan tersebut adalah Aswadin (29), Ketua KPPS Desa Waduwani, yang mengalami luka serius di bagian pundak kiri dan lehernya.

Menurut informasi, pelaku yang diketahui berinisial AM (27) langsung melarikan diri setelah melakukan aksi kekerasan.

Baca Juga: Jokowi Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2024: Menang Jangan Jemawa, Kalau Kalah Ya Terima!

Pihak kepolisian yang segera merespons kejadian ini berhasil menangkap AM tak lama setelah insiden terjadi.

Kepala Desa Waduwani, Herri M Tahir, menyatakan bahwa peristiwa ini sangat mengejutkan, mengingat hubungan antara pelaku dan korban selama ini berjalan baik tanpa ada perselisihan yang terlihat.

Baca Juga: Didi Setiadi Ayah Natasha Wilona 20 Tahun Menghilang Ungkap Kerinduan Semoga Anaknya Memaafkan Kesalahannya

"Kami semua sangat terkejut, kejadian ini begitu mendalam dan tidak terduga," kata Herri. la juga menjelaskan bahwa tindakan kekerasan itu terjadi tak lama setelah proses pemungutan suara dimulai.

Pelaku tiba-tiba mendekat dan membacok korban dengan senjata tajam yang disembunyikan di pinggangnya.

Baca Juga: Pantau Quick Count di Hambalang, Prabowo Ajak Warga Gunakan Hak Pilih

Lebih lanjut, Herri mengungkapkan bahwa pelaku memasuki area TPS tanpa menimbulkan kecurigaan, karena senjata yang digunakan berupa pisau kecil yang tidak terlihat saat pelaku masuk ke lokasi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X