INSIBERNEWS - Rencana pemerintah Indonesia yang akan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen mulai Januari 2025, tengah menjadi bahan perbincangan di kalangan warganet.
Sementara itu, Singapura yang juga tengah mengalami peningkatan tarif PPN, menjadi salah satu referensi untuk melihat bagaimana negara tetangga ini menangani kebijakan pajak dan dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakatnya.
Baca Juga: Bongbong Marcos Berterima Kasih pada Prabowo atas Pembebasan Mary Jane Veloso
Pada tahun 2022, Singapura mengenakan tarif PPN sebesar 7 persen. Namun, tarif ini naik menjadi 8 persen pada tahun 2023 dan diperkirakan akan mencapai 9 persen pada 2024.
Kenaikan tarif PPN ini merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas yang bertujuan untuk mendanai program kesejahteraan masyarakat dan layanan kesehatan di Singapura.
Pemerintah negara ini menjelaskan bahwa salah satu alasan utama di balik kenaikan PPN adalah untuk mendukung anggaran kesehatan, terutama dengan meningkatnya angka harapan hidup di negara tersebut.
Baca Juga: Kedutaan AS di Ukraina Tutup Sementara, Cemas Terhadap Potensi Serangan Rusia
Kenaikan tarif PPN di Singapura sejalan dengan berbagai kebijakan pro-kesehatan yang telah diterapkan oleh pemerintah, seperti pajak tinggi pada produk tembakau dan alkohol, larangan merokok di tempat umum, hingga pemasangan label nutrisi pada makanan.
Semua kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Singapura, yang sudah dikenal sebagai salah satu negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia.
Baca Juga: Arab Saudi Tegakkan Larangan Penggunaan Simbol Agama dan Nasional untuk Tujuan Komersial
Selain itu, Singapura juga dikenal dengan sistem layanan kesehatan universal yang memberikan akses bagi seluruh warga negara untuk memperoleh layanan medis yang terjangkau.
Kombinasi antara kebijakan kesehatan yang kuat, pola makan yang sehat, dan gaya hidup aktif menjadikan Singapura sebagai salah satu negara yang berada dalam “Zona Biru”.
Istilah Zona Biru merujuk pada wilayah di dunia yang memiliki populasi dengan umur panjang dan kesehatan yang optimal, hasil dari faktor-faktor seperti komunitas yang kuat, kebiasaan hidup sehat, dan kebijakan pemerintah yang mendukung kesejahteraan.
Baca Juga: AS Gunakan Hak Veto di DK PBB, Gencatan Senjata Gaza Kembali Gagal Terwujud
Singapura, yang berada dalam Zona Biru, menjadi contoh bagaimana kebijakan pajak yang lebih tinggi dapat digunakan untuk mendukung sistem kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.