Melalui program ini, pembangunan gedung bertingkat dan apartemen di kawasan-kawasan tertentu semakin banyak dijumpai.
Tujuannya adalah untuk menciptakan hunian yang lebih efisien dan mengurangi ketergantungan pada lahan horizontal, yang semakin sulit didapatkan di tengah kota.
Baca Juga: Pramono Anung Bawa Anak Abah dan Ahokers untuk Jadi Pendukungnya pada Debat Pilgub Jakarta
Namun, penerapan densifikasi di Jakarta juga menimbulkan berbagai pro dan kontra.
Di satu sisi, densifikasi dapat memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas dan menekan harga properti di pusat kota.
Ini juga berpotensi mendukung pengembangan transportasi publik yang lebih baik, karena konsentrasi penduduk akan memudahkan mobilisasi.
Di sisi lain, densifikasi berisiko menyebabkan tekanan pada infrastruktur kota yang sudah ada, seperti transportasi, drainase, dan fasilitas umum lainnya.***