INSIBERNEWS - Terdapat rencana mengenai pembuatan sekolah khusus untuk siswa korban kekerasan seksual.
Rencana mengenai sekolah untuk korban kekerasan seksual tersebut sedang dalam kajian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sekolah khusus untuk korban kekerasan sekolah ini dicetuskan karena banyaknya masalah korban yang keluar dari sekolah karena merasa malu.
Baca Juga: PM Kanada Justin Trudeau Puji Prabowo di Sela APEC: Kepemimpinan Anda Luar Biasa
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (16/11/2024), Kemendikdasmen mempunyai 2 gagasan mengenai sekolah khusus korban kekerasan seksual.
Yang pertama adalah membangun sekolah khusus yang tidak hanya mengajarkan mata pelajaran saja.
Tetapi juga memperbaiki kondisi psikolog-sosial para korban kekerasan seksual.
Baca Juga: Lonjakan Kasus Bunuh Diri di Indonesia, Generasi Muda Jadi Korban Utama
Sekolah khusus untuk siswa korban kekerasan seksual merupakan langkah penting dalam memperbaiki kondisi psiko-sosial mereka.
Kekerasan seksual dapat meninggalkan trauma yang mendalam, dan dampaknya tidak hanya terasa secara fisik tetapi juga emosional dan mental.
Siswa yang menjadi korban seringkali menghadapi perasaan malu, takut, dan cemas, yang bisa mengganggu proses belajar mereka.
Sekolah khusus ini dirancang untuk memberikan lingkungan yang aman, mendukung, dan penuh empati.
Di mana para siswa bisa merasa terlindungi dari stigma negatif dan perundungan.