Selain itu, kurangnya dukungan dari pihak sekolah, seperti guru atau konselor, juga memperburuk kondisi emosional mereka.
Tanpa dukungan yang tepat, siswa korban kekerasan seksual merasa tidak aman dan tidak dihargai di lingkungan sekolah.
Dari masalah inilah kemudian Kemendikdasmen menanggapi dengan serius dan berencana membuat sekolah khusus untuk korban.
Pemberian dukungan psikologis, penyuluhan mengenai hak-hak korban, dan kebijakan anti-stigma yang tegas dapat membantu siswa korban kekerasan seksual untuk merasa lebih diterima.***