Salah satu upaya utama adalah pemanfaatan teknologi digital dalam pertanian, seperti penggunaan aplikasi untuk manajemen lahan, pemantauan cuaca, hingga penjualan hasil pertanian secara online.
Dengan demikian, petani milenial dapat lebih mudah mengakses pasar dan meningkatkan produktivitas.
Baca Juga: NAACP Kecam Pesan Teks Rasis Pasca Pilpres AS, FBI Lakukan Penyelidikan
Syarat yang ditentukan oleh Kementerian Pertanian pun cukup mudah untuk bisa bergabung menjadi petani milenial, yaitu:
- Pemuda berusia 19-39 tahun yang memiliki minat dan kemampuan di bidang pertanian
- Bisa menggunakan alat berteknologi tinggi, seperti traktor hingga drone untuk meningkatkan produksi pertanian.***