INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan masalah pengangguran menjadi prioritas utama dengan fokus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan tersedia secepatnya.
Instruksi ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli usai menghadiri rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).
“Kami mendapat arahan dari Presiden untuk segera menangani isu pengangguran ini. Bagi kami, ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana membuka peluang yang lebih nyata bagi masyarakat,” ungkap Yassierli dengan optimis.
Menurutnya, upaya ini akan dilakukan dengan berbagai pendekatan strategis agar tidak hanya mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga memberi solusi jangka panjang untuk penciptaan pekerjaan.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Tak Masuk Prolegnas 2025-2029! Apa yang Jadi Kendalanya?
Yassierli menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai salah satu fokus utama.
“BLK akan kami revitalisasi dan tambah jumlahnya. Kami ingin memastikan setiap fasilitas pelatihan memiliki kualitas yang mampu menyiapkan tenaga kerja terampil, sehingga mereka siap berkompetisi di pasar kerja,” ujarnya.
Selain memperbanyak BLK, Kemnaker juga akan meningkatkan standar dan efektivitas pelatihan.
Dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi dengan industri, diharapkan lulusan BLK memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini.
Langkah ini dinilai penting agar program pelatihan mampu memberikan manfaat langsung dalam menurunkan angka pengangguran.
Yassierli pun memasang target ambisius: menghasilkan satu juta tenaga kerja terampil setiap tahunnya.