news

Bank Dunia: Harga Komoditas Global Diprediksi Anjlok Pada 2025

Rabu, 30 Oktober 2024 | 11:43 WIB
Bank Dunia: Harga Komoditas Global Diprediksi Anjlok Pada 2025 (Photo : ist)

INSIBERNEWS - Bank Dunia memperingatkan penurunan signifikan pada harga komoditas global yang diperkirakan akan mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir pada 2025.

Menurut laporan yang dirilis Rabu (30/10/2024), kondisi ini didorong oleh lonjakan pasokan minyak yang signifikan dan melemahnya permintaan dari China.

Baca Juga: Waduh! Tom Lembong Rugikan Negara hingga Rp400 Miliar Dalam Kasus Dugaan Korupsi

Laporan terbaru Bank Dunia menyebutkan bahwa pada 2025, pasokan minyak global diproyeksikan melampaui kebutuhan pasar sebesar 1,2 juta barel per hari.

Angka ini hanya pernah tercapai dua kali sebelumnya, yakni pada 1998 dan 2020, yang juga diiringi dengan kondisi pasar yang melemah.

“Surplus pasokan minyak yang begitu besar ini kemungkinan akan menahan lonjakan harga, bahkan jika terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah,” ujar Bank Dunia dalam laporannya.

Baca Juga: Kronologi Tom Lembong yang Ditetapkan Menjadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula

China, sebagai salah satu konsumen minyak terbesar dunia, mengalami penurunan permintaan akibat meningkatnya penggunaan kendaraan listrik serta lambatnya laju pertumbuhan sektor manufaktur.

Kedua faktor ini menyebabkan permintaan energi tradisional di China merosot tajam.

Sementara itu, Bank Dunia juga menyoroti peningkatan produksi yang diharapkan datang dari negara-negara produsen minyak di luar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+).

Baca Juga: AS Tuduh Korut Kirim 10.000 Tentara Untuk Latihan di Rusia, Ancaman Baru Bagi Ukraina

Produksi minyak yang bertambah dari negara-negara ini dapat semakin memperkuat surplus pasokan di pasar global, memberikan tekanan tambahan pada harga.

Meskipun penurunan harga komoditas diperkirakan cukup tajam pada 2025, Bank Dunia menyatakan bahwa harga komoditas global masih bertahan sekitar 30 persen di atas level pra-pandemi.

“Harga komoditas yang lebih rendah dan stabilitas pasokan yang lebih baik bisa menjadi benteng perlindungan terhadap guncangan yang mungkin muncul dari kondisi geopolitik,” jelas Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill.

Halaman:

Tags

Terkini