INSIBERNEWS - Kekayaan Elon Musk mengalami lonjakan signifikan pada Kamis, 24 Oktober 2024, dengan penambahan sekitar USD 34 miliar (sekitar Rp 530 triliun).
Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan luar biasa saham Tesla, perusahaan mobil listrik yang ia pimpin, yang melonjak 22 persend kenaikan terbesar dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Baca Juga: WALI Ungkap Boikot Franchise Asing Justru Merugikan Ekonomi Dalam Negeri
Menurut data dari Bloomberg, total kekayaan Musk kini mencapai USD 270 miliar (sekitar Rp 4.220 triliun), yang semakin mengokohkan posisinya sebagai orang terkaya di dunia berdasarkan Bloomberg Billionaires Index.
Di belakangnya, pendiri Amazon, Jeff Bezos, berada di posisi kedua dengan selisih kekayaan sekitar USD 70 miliar.
Kenaikan saham Tesla ini bertepatan dengan laporan laba kuartalan perusahaan yang menunjukkan hasil terbaik sejak musim panas 2023.
Baca Juga: BPJPH Siap Terapkan Kewajiban Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2024
Dalam panggilan konferensi, Musk optimis memprediksi pertumbuhan penjualan sebesar 30 persen untuk tahun depan dan menyatakan bahwa model Cybertruck telah mencatatkan laba kuartalan untuk pertama kalinya.
Meski Tesla sebelumnya menghadapi tantangan dari melambatnya permintaan dan persaingan ketat dengan produsen otomotif asal China, Musk tetap yakin akan masa depan perusahaan.
"Prediksi saya adalah Tesla akan menjadi perusahaan paling bernilai di dunia," ungkapnya.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Anti-Korupsi di Kabinet Merah Putih
Saham Tesla merupakan komponen terbesar dari kekayaan Musk, menyumbang sekitar tiga per empat dari totalnya.
Selain Tesla, Musk juga memiliki saham di perusahaan dirgantara SpaceX, platform media sosial X, dan perusahaan kecerdasan buatan xAI, yang semakin memperkuat portofolio bisnisnya.
Dengan tren positif yang terus berlanjut, Elon Musk menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya pengusaha sukses, tetapi juga seorang visioner yang percaya pada potensi luar biasa industri otomotif dan teknologi di masa depan.