INSIBERNEWS - Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi pada Rabu, 23 Oktober 2024, bahwa sekitar 3.000 tentara Korea Utara telah dikerahkan ke Rusia untuk menjalani latihan militer di beberapa lokasi.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, menyatakan bahwa pengiriman pasukan ini merupakan "langkah selanjutnya" setelah Korea Utara sebelumnya menyediakan senjata kepada Rusia.
Baca Juga: Iran dan Arab Saudi Siapkan Latihan Militer Gabungan di Laut Merah
Pernyataan ini menjadi pengakuan publik pertama dari AS mengenai keterlibatan langsung Korea Utara dalam mendukung upaya militer Rusia.
Austin menegaskan bahwa Korea Utara akan menghadapi konsekuensi akibat tindakan ini, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap berbagai resolusi internasional yang mengatur aktivitas militer dan perdagangan senjata.
Baca Juga: Prabowo Ancam Bakal Pecat Pejabat Negara Yang Hambat Rakyat!
Dengan adanya penempatan tentara Korea Utara di Rusia, situasi di kawasan menjadi semakin kompleks.
Langkah ini dapat mengindikasikan peningkatan kerjasama militer antara kedua negara, yang dalam beberapa tahun terakhir telah berusaha memperkuat hubungan mereka, terutama dalam konteks ketegangan global yang meningkat.
Baca Juga: Mahkamah Agung Batalkan Vonis Bebas Gregorius Ronald Tannur
AS dan sekutunya terus memantau perkembangan ini dengan seksama, mengingat potensi dampak yang bisa ditimbulkan terhadap stabilitas regional dan internasional.
Langkah-langkah selanjutnya dari pihak internasional untuk mengatasi isu ini masih ditunggu, terutama dalam upaya untuk menanggapi tindakan Korea Utara yang dinilai semakin berani dan agresif.