INSIBERNEWS - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, dan Menteri Luar Negeri, Antony Blinken, mengeluarkan pernyataan tegas pada Selasa, 15 Oktober 2024, yang mengancam akan menghentikan bantuan militer dan pasokan senjata ke Israel.
Surat yang ditujukan kepada pemerintah Israel itu menegaskan pentingnya memberikan akses kemanusiaan yang lebih baik ke Gaza.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Polsek Cibatu Kunjungi Anak-anak yang Pulang Mengaji
Dalam surat tersebut, Austin dan Blinken mendesak Israel untuk mengizinkan masuknya 350 truk per hari ke Gaza dalam waktu 30 hari ke depan.
Mereka juga menekankan perlunya jeda kemanusiaan yang jelas untuk membatasi aktivitas militer Israel di daerah tersebut. Hal ini dianggap krusial mengingat situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza.
Baca Juga: Link Live Streaming Dewa United vs Persik Kediri di BRI Liga 1 2024, Siapakah yang Bakal Menang?
Kekhawatiran kedua menteri itu terfokus pada dampak dari tindakan Israel yang dinilai memperburuk kondisi hidup di Gaza.
Mereka menyatakan, "Kegagalan untuk menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menerapkan langkah-langkah ini bisa berimplikasi pada kebijakan AS berdasarkan NSM-20 dan hukum yang relevan."
Ini menunjukkan bahwa ketidakpatuhan Israel terhadap permintaan tersebut dapat berdampak pada hubungan kedua negara.
Baca Juga: Jokowi Tanda Tangani Perpres Jaminan Kesehatan Bagi Mantan Menteri
Selain itu, Austin dan Blinken juga meminta agar pengusiran paksa warga Gaza dari utara ke selatan dihentikan, dengan harapan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi para pengungsi yang terjebak dalam cuaca dingin ekstrem.
Dengan pernyataan ini, AS menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat militer, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan, terutama dalam situasi krisis seperti yang saat ini dialami oleh warga Gaza.