INSIBERNEWS - Demi membangun investasi SDM masa depan, presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki program makan bergizi.
Program makan bergizi ini nantinya akan menyasar ke siswa di seluruh Indonesia, ibu hamil dan juga balita.
Namun ternyata ada ketimpangan antara anggaran program makan bergizi dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
Baca Juga: Calon Menteri yang Mendapat Panggilan dari Prabowo Tidak Ada yang Berasal dari PDIP, Kenapa?
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (16/10/2024), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis merupakan program prioritas milik Prabowo.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan sudah memasukkan anggaran untuk program program makan gratis.
Sri Mulyani menganggarkan Rp 71 triliun untuk program makan gratis tahap pertama.
“Untuk program prioritas presiden terpilih makanan bergizi gratis yang Rp71 triliun sudah ada di sini (RAPBN),” ujar Sri Mulyani.
“Nanti akan dijelaskan dari tim makanan bergizi gratis yang saat ini terus disempurnakan,” tambahnya.
Anggaran ini belum disahkan karena Kementerian Keuangan menunggu pertemuan DPR dengan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Agensi Bantah Akun yang Berkomentar Jahat ke Lee Hyeri Bukanlah Milik Han So Hee
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengungkapkan jika program makan bergizi sudah berjalan penuh maka dibutuhkan anggaran Rp1,2 triliun per hari.