news

Dirut BRI Sunarso Menyebut Ketahanan Pangan Merupakan Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Sabtu, 12 Oktober 2024 | 14:15 WIB
Dirut BRI Sunarso di acara Katadata Forum bertajuk Indonesia Future Policy Dialogue (Istimewa )

INSIBERNEWS, JAKARTA – Sunarso selaku Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (perangkap pendapatan menengah).

Dalam acara Katadata Forum bertajuk Indonesia Future Policy Dialogue di Jakarta, Rabu (10/9). Sunarso mengatakan, berdasarkan kajian Bappenas, Indonesia diperkirakan akan keluar dari jebakan kelas pendapatan menengah pada tahun 2041, jika asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6% terpenuhi.

Menurut Sunarso, untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, pendapatan per kapita Indonesia harus berada di atas US$ 4.465 (sumber: World Bank).

Baca Juga: Kapan Tes SKD Dimulai? Ini Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2024

Terkait hal tersebut, Sunarso mengungkapkan dalam kajian BRI faktor yang paling menentukan pertumbuhan ekonomi 6% adalah investasi pada human capital atau nilai ekonomi dari pengalaman dan keterampilan pekerja.

Pembentukan human capital  juga perlu didorong oleh tiga faktor. Pertama, Indonesia harus fokus dalam memaksimalkan kebutuhan nutrisi dan pangan.

“Maka menjadi penting, kita fokus untuk memiliki strategi yang khusus, spesifik, dan visioner untuk masalah ketahanan pangan,” ujar Sunarso.

Baca Juga: BRI Raih 3 Penghargaan Bergengsi Dalam TOP BUMN Awards 2024, Direktur Utama BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai Best CEO

Kedua, negara punya tugas untuk menyejahterakan rakyat dan ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Dirut BRI Sunarso Menyebut Ketahanan Pangan Merupakan Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap (Istimewa )

Dia mengatakan, cara terbaik untuk menyejahterakan rakyat adalah dengan memberikan mereka pekerjaan.

“Jadi semua orang pada usia produktif memang harus bekerja. Kalau begitu, pemerataan kesempatan kerja itu menjadi penting,” kata Sunarso.

Baca Juga: Pemerintah Melalui Menteri Perindustrian Larang iPhone 16 Masuk ke Indonesia, Ada Masalah Apa?

Untuk mendapatkan pemerataan kesempatan kerja dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana di dalamnya juga ada unsur pemerataan serta partisipasi masyarakat untuk ikut tumbuh dan berkembang.

Halaman:

Tags

Terkini