Pelatihan Berbasis Digital
Salah satu bentuk pembelajaran yang dapat dipilih Gen Z yaitu pelatihan berbasis digital.
Retno mengungkap, pelatihan yang disebut juga bootcamp digital ini dapat disesuaikan dengan karakteristik Gen Z yang lebih senang dengan sesuatu yang atraktif.
Hal tersebut dapat mendorong minat mereka untuk mempelajari keahlian baru atau pengetahuan baru, agar semakin meningkat.
Baca Juga: Terkubur Bersama Mumi, Peneliti di China Temukan Keju Tertua
Riset Informasi Perusahaan
Gen Z dapat mengakses informasi yang kredibel mengenai hal-hal yang diperlukan dalam persiapan kerja di masa mendatang.
Hal itu seperti informasi perusahaan tujuan, keahlian yang dibutuhkan pada perusahaan yang dituju.
Gen Z juga perlu untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka, agar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan saat melamar pekerjaan.
Baca Juga: Tetangga Lahiran Kasih Apa ya? Ini Dia Rekomendasi Kado untuk Ibu Melahirkan
Melalui kebiasaan riset informasi tentang perusahaan ini juga dapat memotivasi Gen Z untuk belajar dan berusaha untuk memenuhi persyaratan masuk kerja di perusahaan tersebut.
Lawan Rasa Mager
Retno menilai, tantangan terbesar Gen Z yaitu terhindar dari rasa malas atau dikenal dengan istilah 'mager' atau males gerak.
Terlebih, mager dapat menghambat mereka untuk berkembang dan mempelajari hal-hal baru.
Gen Z dapat memanfaatkan kelompok pertemanan untuk memacu semangat mereka, sebab mereka cenderung melihat siapa saya yang dapat mempengaruhi mereka melakukan sesuatu hal.
Contohnya, ketika Gen Z melihat teman sebagai rekan belajar akan membuat mereka terdorong untuk melakukan hal yang positif.
Bersikaplah dengan Optimis
Psikolog Retno menyarankan agar Gen Z yang sedang dalam tahap mencari kerja untuk mempersiapkan diri dengan baik.