INSIBERNEWS - Deflasi yang terjadi di Indonesia terbilang sudah berlangsung cukup lama karena sudah menginjak 5 bulan.
Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami deflasi ini memprihatinkan dan dikhawatirkan krisis moneter yang terjadi 1998 akan terulang.
Pasalnya pada tahun 1998, deflasi di Indonesia terjadi selama 7 bulan berturut-turut yang mirip dengan kondisi ekonomi pada saat ini.
Baca Juga: Boneka Labubu Sukses Mendunia hingga Dijadikan Simbol Status dan Bentuk Investasi
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (7/10/2024), kondisi ekonomi Indonesia yang sudah deflasi selama 5 bulan menjadi alarm bahaya.
Dimana adanya siklus dari ekonomi lesu, harga barang diturunkan, pengusaha merugi, PHK massal, pengangguran meningkat, transaksi menurun yang kemudian menjadi ekonomi lesu.
Siklus tersebut akan terus berulang-ulang dan kemudian akan menjadi perlambatan ekonomi.
Diketahui bahwa krisis ekonomi Indonesia pada tahun 1998 merupakan salah satu momen paling dramatis dalam sejarah ekonomi negara tersebut.
Krisis ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah krisis finansial Asia yang dimulai pada pertengahan 1997, di mana negara-negara tetangga seperti Thailand dan Korea Selatan mengalami gejolak ekonomi yang parah.
Penyebab utama krisis ini termasuk ketidakstabilan mata uang, defisit neraca perdagangan, dan utang luar negeri yang tinggi.
Baca Juga: Sejumlah Anggota DPR DPRD Pernah dan Sedang Bermasalah dengan Hukum, Siapa Saja?
Rupiah, yang sebelumnya stabil, mengalami depresiasi drastis, menyebabkan inflasi melonjak dan daya beli masyarakat menurun.
Banyak perusahaan yang bergantung pada utang dalam dolar AS terpaksa gulung tikar, mengakibatkan gelombang PHK dan meningkatnya angka pengangguran.