INSIBERNEWS - Kini terdapat fenomena Calon Legislatif (Caleg) yang mengundurkan diri sebelum pelantikan Anggota DPR.
Kemudian posisinya di parlemen digantikan oleh orang lain yang padahal tidak mendapatkan banyak dukungan dari rakyat.
Diduga ada manipulasi politik yang untuk memilih Caleg yang lebih dikehendaki oleh partai politik walaupun hanya mendapat sedikit dari dukungan rakyat.
Baca Juga: Kehendak Rakyat Diabaikan! Sejumlah Caleg Mengundurkan Diri Sebelum Dilantik Jadi Anggota DPR
Sedangkan Caleg yang mendapat dukungan rakyat tidak mendapatkan kursi di parlemen.
Fenomena ini dinilai sebagai salah satu upaya untuk melanggengkan dinasti politik.
Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @matanajwa (5/10/2024), ada kemungkinannya Caleg yang mendapatkan suara terbanyak justru tidak dikehendaki oleh partai politik.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik M. Pratama.
“Bisa Jadi calon anggota legislatif terpilih yang mendapatkan suara terbanyak itu tidak dikehendaki oleh partai,” ungkap Heroik M. Pratama.
Di samping itu, ada dugaan bahwa adanya transaksi jual beli kursi Anggota DPR untuk kepentingan tertentu. Namun Heroik M. Pratama mengakui bahwa hal ini sulit untuk dibuktikan.
Baca Juga: Harga Beras Global Anjlok Usai India Longgarkan Kebijakan Ekspor
“Bisa jadi juga ada transaksi dengan calon-calon anggota legislatif lainnya untuk kemudian dia bisa mengundurkan diri,” ujar Heroik M. Pratama.