news

Telegram Ungkap Data Lebih Dari 630 Dibocorkan Ke Pihak Berwenang Di Prancis Pada Q3 2024

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 09:48 WIB
Ilustrasi Telegram (Photo : App Store)

INSIBERNEWS - Telegram, platform aplikasi pesan instan yang populer, telah mengungkapkan bahwa lebih dari 630 data pengguna diserahkan kepada pihak berwenang Prancis sebagai bagian dari investigasi resmi selama kuartal ketiga tahun 2024.

Informasi ini disampaikan oleh Telegram dalam laporan transparansi terbarunya.

Baca Juga: Serangan 180 Rudal Balistik Iran ke Israel Baru Permulaan, Akan Ada Serangan yang Lebih Besar

Menurut laporan tersebut, Telegram mematuhi permintaan resmi dari otoritas Prancis terkait penyerahan informasi pengguna, termasuk alamat IP dan nomor telepon, terkait 632 pengguna.

Informasi ini disampaikan melalui bot Permintaan Transparansi yang dimiliki perusahaan tersebut.

Baca Juga: Boyband Boy Story Terlihat Main ke Beberapa Mall di Jakarta, Kemana Aja?

Untuk konteksnya, jumlah pengguna yang informasinya diberikan kepada otoritas Prancis pada kuartal ketiga jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Pada kuartal pertama 2024, hanya 17 pengguna yang datanya diminta, sementara pada kuartal kedua, jumlahnya naik menjadi 37 pengguna.

Lompatan signifikan ini menunjukkan peningkatan permintaan investigatif oleh pihak berwenang di Prancis.

Baca Juga: Komnas Perempuan Soroti Pelaku Pelecehan Anak di Kalbar yang Dilantik Jadi Anggota DPRD: Begini Kata Kompolnas

Peningkatan drastis dalam jumlah pengguna yang terlibat pada kuartal ketiga sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya penggunaan saluran komunikasi yang diizinkan oleh Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa (Digital Services Act/DSA).

Otoritas Prancis semakin mengandalkan kerangka hukum ini untuk mengajukan permintaan data kepada penyedia layanan seperti Telegram, dalam upaya mereka menegakkan hukum di dunia digital.

Baca Juga: Uang Sepuluh Ribu Bergambar Rumah Limas Sudah Tak Laku Lagi! Ketahui Fakta-fakta Menarik Berikut Ini

Data yang diminta selama kuartal ketiga 2024 ini terkait dengan 210 penyelidikan yang dilakukan di Prancis.

Halaman:

Tags

Terkini