INSIBERNEWS - Pejabat Iran sudah tidak bisa menerapkan strategi menahan diri dan memilih untuk menyerang Israel.
Maka Iran menembakkan 180 rudal balistik dan hipersonik ke Israel untuk pertama kalinya.
Serangan dari Iran kepada Israel ini dilakukan secara agresif agar dapat terlihat kuat.
Baca Juga: Moment Teritorial Memperingati HUT TNI Ke-79 Di PLTS Terapung Cirata Purwakarta
Israel mengklaim bahwa banyak rudal dari Iran yang dapat dicegat, namun 90 persen rudal mereka ternyata berhasil menembus Iran Dome.
Serangan yang dilakukan oleh Iran kepada Israel ini terjadi pada malam hari yang mengguncang Yerusalem dan Sungai Yordan.
Serangan Iran kepada Israel ini merupakan sebuah respon akibat meninggalnya pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah oleh serangan Israel.
Hassan Nasrallah bukan hanya pemimpin Hizbullah saja tetapi juga Wakil Komandan Operasi IRGC.
Sebelumnya, Israel telah menyerang Lebanon dengan serangan udara yang mengakibatkan 492 orang tewas.
Karena Lebanon Selatan berbatasan langsung dengan Israel yang diklaim sebagai pangkalan paramiliter Hizbullah.
Baca Juga: Perlu Dibenahi! Pemerintahan Jokowi Wariskan Ekonomi Deflasi pada Pemerintahan Prabowo
Serangan yang dilakukan oleh Israel ini tercatat sebagai serangan yang paling mematikan yang pernah Lebanon alami dalam beberapa dekade terakhir.