Tekanan ini semakin berat ketika korban merasa tidak mendapat dukungan yang cukup dari orang-orang di sekitarnya.
Kehilangan Rasa Aman di Dunia Maya dan Nyata
KBGO tidak hanya berdampak di ranah online. Ketika informasi pribadi korban, seperti alamat rumah atau nomor telepon, disebarluaskan (doxing), ancaman fisik menjadi nyata.
Baca Juga: Generasi Mulyono: Kaesang dan Bobby Menjadi Sorotan di Panggung Politik
Korban mungkin merasa terancam bahkan saat berada di tempat tinggal mereka, yang seharusnya menjadi ruang aman.
Kehilangan rasa aman ini dapat membuat korban menghindari media sosial atau ruang publik karena takut mendapat serangan lebih lanjut, baik secara online maupun fisik.
Pengaruh terhadap Kebebasan Berpendapat dan Beraktivitas
KBGO bisa membungkam korban, terutama perempuan dan kelompok rentan lainnya, dari berpartisipasi secara aktif di ranah digital.
Ketakutan akan pelecehan atau serangan lebih lanjut dapat membuat korban menahan diri dari berpendapat, berdiskusi, atau beraktivitas secara bebas di internet.
Ini berakibat pada hilangnya kebebasan berekspresi dan partisipasi di ruang publik digital.
Dengan berbagai dampak serius yang ditimbulkan, penting untuk meningkatkan kesadaran dan melawan KBGO dengan langkah-langkah perlindungan yang lebih baik bagi korban serta regulasi yang tegas bagi pelaku.***