Lantas, apa yang melatari klaim dari LSI tersebut? Setidaknya, terdapat tiga fakta yang dapat dijadikan sebagai referensi:
1. Sikap Netral Anies
LSI menyebut pengaruh elektabilitas paslon Pilgub Jakarta jika Anies bersikap netral.
Sikap netral Anies, memberi pengaruh baik bagi paslon Ridwan-Suswono.
Namun, sikap tersebut akan merugikan Pram-Rano yang membutuhkan keberpihakan Anies untuk meningkatkan elektabilitas mereka.
2. Sikap Keberpihakan Anies ke Ridwan-Suswono
Dalam laporan itu, LSI menjelaskan keuntungan elektabilitas Ridwan-Suswono jika Anies berpihak kepada mereka.
Sikap keberpihakan Anies ke Ridwan-Suswono ini menjadi ancaman serius bagi salah satu pesaing mereka, Pram-Rano.
"RK-Suswono akan lebih menguntungkan bila Anies menyampaikan sikap mendukung pasangan tersebut atau minimal bersikap netral," tulis LSI.
3. Sikap Keberpihakan Anies ke Pram-Rano
Dukungan Anies dinilai sebagai harga mati bagi Pram-Rano jika ingin menjadi jawara di Pilgub DKI Jakarta 2024.
Pram-Rano dinilai akan tetap kompetitif atau bahkan memenangkan pilgub jika Anies berpihak kepada mereka.
"Bagi Pram-Rano, Dukungan Anies akan membuka jalan lebih lebar untuk tetap kompetitif dan memenangkan Pilgub Jakarta," tegas LSI.
Baca Juga: Masriwati, ASN Eselon 3 yang Viral Karena Diduga Melarang Jemaat Kristen Beribadah di Bekasi
Hitung-hitungan Elektabilitas
Dalam penelitiannya, LSI juga mengungkap hitung-hitungan elektabilitas terhadap sikap keberpihakan Anies terhadap salah satu paslon di Pilgub Jakarta 2024.
Pertama, jika Anies mendukung Pram-Rano, maka dapat menurunkan elektabilitas Ridwan-Suswono.
"Dukungan Anies terhadap Pramono-Rano akan menurunkan elektabilitas Ridwan-Suswono secara signifikan dari 51,7 persen menjadi 40,5 persen," ungkap LSI.
Baca Juga: Sindir Cuitan Sandiaga Uno Soal IShowSpeed di Indonesia, Reza Arap: Ke Mana Aja Pak?