INSIBERNEWS - Adanya politik dengan dinasti Jokowi kini sudah bukan rahasia lagi. Karena Jokowi seolah-olah semakin terang-terangan untuk melakukan apa saja untuk mendapat kekuasaan.
Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD bahkan menyatakan dirinya sampai merasa mual mengomentari persoalan dinasti Jokowi.
Dari mulai anak pertama Jokowi yaitu Gibran Rakabuming yang seharusnya belum bisa maju jadi Wakil Presiden karena terkendala umur.
Baca Juga: Jung Hae In Akan Gelar Fan Meeting 'Our Time' di Indonesia Desember Nanti, Ini Jadwalnya!
Hingga kini anak kedua Jokowi, Kaesang Pangarep yang sempat akan maju Pilkada dan melakukan utak-atik UU agar lolos pencalonan.
Dilansir InsiberNews dari kanal YouTube Mahfud MD Official (29/8/2024), Mahfud MD bahkan mengatakan bahwa manipulasi politik yang dilakukan dinasti Jokowi sudah tidak masuk di akal. Ia mengatakan bahwa sudah mual mengomentari kecurangan ini.
Politik dinasti merujuk pada fenomena di mana kekuasaan politik atau jabatan publik diwariskan dalam keluarga yang sama, seringkali melibatkan anggota keluarga yang berbeda menjalani posisi kepemimpinan secara bergantian.
Baca Juga: Miris! Gas Air Mata Dibeli dari Pajak Rakyat Tapi Digunakan untuk Serang Rakyat
Praktik ini sering terlihat dalam banyak sistem politik dan dapat menciptakan tantangan bagi demokrasi, seperti menghambat munculnya calon baru dan memperkuat konsentrasi kekuasaan dalam kelompok kecil.
Sementara pendukung berargumen bahwa dinasti politik membawa stabilitas dan pengalaman, kritiknya menekankan potensi untuk korupsi dan kurangnya transparansi.
Politik dinasti akan memberikan dampak terhadap pemerintahan yang tidak adil dan representatif.
“Tidak ada akal sehat yang bisa melakukan itu maka waktu itu saya sudah bilang wah ini sudah jorok,” ungkap Mahfud MD.