Di sisi lain, menurut pandangan dari Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, bidang yang dibutuhkan industri cepat sekali berganti.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor kenapa lulusan SMK memiliki ketidakcocokan dengan permintaan tenaga kerja di industri.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah karena jumlah lulusan SMK lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan industri.
Selain itu ada hal krusial yang menghambat lulusan SMK sudah mendapat pekerjaan.
Yaitu kurikulum di SMK yang dinilai tidak relevan karena masih mempersiapkan lulusan dengan tren industri 5 tahun lalu.
Padahal tren kebutuhan tenaga kerja terus berubah. Sehingga seringkali lulusan SMK sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri saat ini.***