INSIBERNEWS - El Nino, fenomena iklim yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis, memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk pertanian kopi, khususnya kopi Arabika.
Kopi Arabika, yang dikenal karena kualitas rasa dan aroma yang superior, sangat sensitif terhadap perubahan iklim. Berikut adalah dampak utama El Nino terhadap produksi kopi Arabika:
Baca Juga: Kebakaran di RSPP Jaksel : Evakuasi Cepat, Tidak Ada Korban Jiwa dan Luka
1. Perubahan Suhu dan Kelembapan:
El Nino sering menyebabkan suhu yang lebih tinggi dari rata-rata dan mengurangi kelembapan udara. Kopi Arabika memerlukan suhu yang stabil dan kelembapan yang cukup untuk tumbuh optimal.
Suhu yang tinggi dapat menyebabkan stres pada tanaman, mengurangi pertumbuhan, dan mengganggu proses pembungaan serta pematangan buah kopi.
Kelembapan yang rendah juga dapat memperburuk kondisi tanaman, mempercepat pengeringan tanah, dan mengurangi kualitas hasil panen.
Baca Juga: Sosok Brigjen TNI Dendi Suryadi yang Diusung KIM Plus untuk Maju Pilkada Kukar 2024
2. Gangguan Polinasi dan Pembungaan:
Perubahan suhu dan kelembapan selama periode El Nino dapat mengganggu proses polinasi kopi Arabika.
Penurunan kelembapan udara dan suhu yang ekstrem dapat mempengaruhi kesehatan bunga dan mengurangi tingkat penyerbukan, yang pada gilirannya memengaruhi jumlah dan kualitas buah kopi yang dihasilkan.
Baca Juga: Apakah Santet Itu Nyata? Membedah Mitos dan Fakta di Balik Kepercayaan Tradisional
3. Peningkatan Risiko Penyakit dan Hama:
Kondisi iklim yang tidak stabil akibat El Nino dapat meningkatkan kerentanan tanaman kopi terhadap penyakit dan hama.