INSIBERNEWS - Kehadiran Presiden Jokowi di Kongres III Partai Nasdem menjadi sorotan.
Karena pada acara tersebut, Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh berterimakasih kepada Presiden Jokowi.
Karena bagi Surya Paloh, ia dan juga Partai Nasdem belajar politik dari Presiden Jokowi.
Baca Juga: Sisi Kehidupan Komedian Arie Kriting, Ia Menolak Diminta Untuk Menjadi Mualaf
Di sisi lain, Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Pengama Politik Refly Harun menyindir ucapan terimakasih yang Surya Paloh sampaikan kepad Jokowi.
Dilansir InsiberNews dari akun YouTube Refly Harun (26/8/2024), menurutnya pelajaran politik yang bisa diambil dari sosok Jokowi justru politik yang buruk.
Yaitu politik yang mempengaruhi lawan politiknya dengan bujukan hingga ancaman agar menuruti kemauannya.
Baca Juga: Gaya Hidup Minimalis: Tren Baru yang Mengubah Cara Kita Mengatur Kehidupan
“Terimakasih ke Jokowi saat Kongres Nasdem, Surya Paloh : kita belajar politik dari kepemimpinannya ya,” ujar Refly Harun.
“Belajar politik untuk membunuh lawan ya, baik dengan bujukan maupun dengan ancaman ya,” lanjutnya.
Refly Harun mengungkapkan bahwa para anggota partai maupun politikus tidak pernah benar-benar belajar mengenai demokrasi. Justru yang dipelajari adalah demokrasi yang kotor.
Baca Juga: Manajemen Waktu Tanpa Ribet: 10 Tips yang Akan Mengubah Cara Kamu Bekerja
“Pertama, kita tidak pernah belajar tentang berdemokrasi secara sungguh-sungguh. Kedua, yang kita pelajari itu dirty demokrasi, demokrasi yang kotor. Demokrasi yang menghalalkan segala cara,” ucap Refly Harun.