Isi pesannya adalah penolakan terhadap nepotisme yang diduga dilakukan oleh Presiden Jokowi.
“Siapa sangka seorang mantan tukang kayu dari kota kecil di Jawa bisa membangun lebih dari sekadar furnitur? Dia mengukir mahakarya NEPOTISME, sambil memakai topeng kepolosan dan wajah Innocent. Bravo!” ketik akun email DPR yang sedang diretas.
Di sisi lain, peretasan akun email DPR menyoroti pentingnya keamanan siber dalam institusi pemerintah.***