INSIBERNEWS - Viral di media sosial video ribut-ribut antara pihak SMP Petra Surabaya dan RW sekitar karena masalah jalan.
Jalan yang digunakan untuk akses ke SMP Petra Surabaya dikelola oleh DIshub, namun warga sekitar menarik iuran bulanan kepada sekolah tersebut.
Pihak SMP Petra tidak bisa terima dan menganggap hal ini merupakan pungli sehingga tidak mau membayar iuran tersebut.
Akibatnya, akses jalan menuju SMP Petra ditutup oleh warga sehingga kendaraan yang mengantar siswa-siswi tidak bisa lewat.
Padahal di jalan yang sama terdapat 3 sekolah, ada 2 sekolah lain selain SMP Petra tetapi merupakan sekolah Negeri.
Warga tidak menarik iuran ke sekolah Negeri karena merasa kasihan mereka tidak memiliki cukup uang. Oleh karena itu warga hanya menarik iuran ke sekolah swasta saja.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Mahasiswi di Pekanbaru Menabrak Wanita hingga Tewas saat Pulang Dugem
Konflik antara warga dan pihak sekolah ini menimbulkan cek cok panas hingga masing-masing-masing-masing pihak menggunakan nada tinggi.
Dikutip INSIBERNEWS dari kanal YouTube Armuji (5/8/2024), diketahui bahwa semula iuran jalan per bulan yang diminta warga sekitar adalah Rp32 juta tetapi kemudian ada kenaikan menjadi Rp35 juta.
Kenaikan iuran ini dibayarkan oleh SMP Petra dan juga oleh 3 RW di sekitarnya sehingga totalnya menjadi Rp140 juta.
Baca Juga: Anggota TNI Babak Belur Dibacok Geng Motor Medan, Begini Kronologinya
Awalnya SMP Petra sempat mau membayar iuran tersebut, namun semenjak adanya kenaikan maka timbullah rasa keberatan dan menganggap iuran tersebut pungli.