INSIBERNEWS - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri mengaku geram dengan proses penanganan kasus pembunuhan berencana Vina Cirebon yang dilakukan oleh Polda Jabar.
Reza Indragiri menyampaikan bahwa dirinya merasa ragu dengan kualitas penegak hukum yang dalam kasus ini adalah Polda Jabar saat menangani kasus Vina.
Polda Jabar yang menangani kasus Vina ini adalah jajaran Polresta Cirebon hingga Polda Jabar.
Rasa geram yang dirasakan oleh Reza Indragiri ini bermula ketika dirinya membaca berkas kasus Vina.
Karena penegak hukum yang menangani kasus Vina terlalu mengandalkan keterangan dari saksi maupun tersangka.
Dilansir INSIBERNEWS dari kanal YouTube Novel Baswedan (3/8/2024), Reza Indragiri menyampaikan bahwa dalam melakukan interogasi, penegak hukum sampai melakukan kekerasan untuk mendapatkan keterangan yang berkaitan dengan tewasnya Vina dan juga kekasihnya, Eki.
Baca Juga: The Boys vs. Marvel: Apakah Serial Antihero Ini Lebih Berani dari MCU?
Reza Indragiri mengkhawatirkan penegak hukum yang menangani kasus Vina salah kaprah dan menganggap bahwa kekerasan akan membuat tersangka memberikan keterangan.
Karena menurutnya, menggunakan kekerasan dalam interogasi justru akan membuat orang yang diinterogasi akan membelokkan keterangannya.
“Semakin tinggi kekerasan dilakukan intensitasnya, kualitas keterangan justru semakin menurun,” ujar Reza Indragiri.
Saat Reza Indragiri berkunjung ke Cirebon dan menemui Penasihat Hukum Rivaldi, yaitu salah satu terpidana kasus Vina, ia menemukan fakta yang mengejutkan.