INSIBERNEWS - Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 4,8 juta orang dengan rentang umur 15-64, pada tahun 2022 hingga saat ini.
Salah satu jenis narkoba stimulan adiktif, Sabu sangatlah berbahaya. Berikut ciri dan efek penggunaannya.
Ciri kecanduan Sabu-Sabu:
- Memiliki keinginan kuat untuk menggunakan sabu-sabu secara terus-menerus.
- Hilang kontrol terhadap penggunaan dan naiknya toleransi terhadap narkoba.
- Berubahnya perilaku dan kebiasaan, seperti penarikan diri dari keluarga dan teman.
- Perubahan fisik yang buruk, seperti kulit kusam, gigi berlubang, dan penurunan berat badan drastis.
Baca Juga: Habib Ja’far Posting Soal Haji, Netizen Kaitkan Thariq Halilintar yang Sudah Haji Sejak 2 Bulan
Sabu-Sabu memiliki efek Jangka Pendek berupa,
- Peningkatan energi yang berlebihan dan euforia.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan yang drastis.
- Gangguan tidur yang serius atau Insomnia
- Kecemasan, Agitasi dan paranoia.
- Mood yang berubah dan sulit diatur.
- Tegang otot dan gemetar yang tidak terkendali.
- Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.
- Kelelahan yang ekstrem dan keringat berlebih.
- Gangguan kognitif seperti Sulit konsentrasi dan pemecahan masalah
Adapun efek Jangka Panjang Sabu-Sabu yaitu,
- Rusaknya organ tubuh, seperti jantung, hati, dan paru-paru.
- Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan kronis, depresi, dan gangguan psikotik.
- Memori jangka panjang terganggu dan penurunan fungsi kognitif.
- Masalah tidur yang berkelanjutan dan insomnia kronis.
- Gangguan sistem saraf yang mengakibatkan tremor, kejang, dan kerusakan syaraf.
- Kualitas hidup menurun dan gangguan dalam hubungan sosial.
Penggunaan sabu-sabu yang salah dan berulang dapat meningkatkan risiko overdosis serta kematian.