INSIBERNEWS - Warga Jakarta dan sekitarnya yang hendak melintasi kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026) diminta untuk menyiapkan rute alternatif.
Pasalnya, sebuah aksi unjuk rasa atau penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung di sekitar Istana Negara, yang berpotensi melumpuhkan kelancaran arus kendaraan di jantung ibu kota.
Mengantisipasi penumpukan kendaraan yang parah, aparat kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan macet.
Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun media sosial resmi TMC Polda Metro Jaya, yang mengingatkan para pengendara agar memperhitungkan waktu perjalanan mereka dengan matang.
Baca Juga: Sukses Urai Antrean, Aturan Ganjil Genap Beli BBM di Bali Resmi Diperpanjang hingga 23 Oktober
"Sehubungan dengan adanya kegiatan aksi penyampaian pendapat di sekitar kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan, serta menghindari kawasan tersebut apabila tidak memiliki kepentingan," tulis akun Instagram @tmcpoldametro pada Senin (19/10/2026).
Beberapa ruas jalan protokol yang diprediksi akan terkena imbas kepadatan paling parah meliputi Jalan Abdul Muis, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, hingga kawasan Jalan Kebon Sirih.
Volume kendaraan di jalur-jalur utama tersebut dipastikan akan meningkat tajam seiring dengan pergerakan massa aksi menuju titik kumpul.
Baca Juga: Bocah Disabilitas Tewas Dirundung Teman Sebaya, Pemkot Surabaya Periksa Kejiwaan Terduga Pelaku
Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional.
Artinya, rekayasa jalan sangat bergantung pada kondisi aktual dan jumlah massa di lapangan, sehingga pengendara wajib memperhatikan rambu-rambu darurat dan mengikuti instruksi petugas yang berjaga.
Bagi masyarakat yang datang dari arah Jakarta Selatan maupun Jakarta Barat, sangat disarankan untuk memantau pembaruan informasi lalu lintas melalui aplikasi navigasi sebelum memulai perjalanan.
Memilih jalur alternatif lebih awal menjadi langkah paling bijak agar terhindar dari efek domino kemacetan akibat penutupan jalur protokol secara mendadak.
Petugas mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap tertib, menjaga jarak aman antarkendaraan, dan tidak nekat menerobos barikade pembatas jalan.
Prioritaskan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain dengan terus memperbarui informasi terkini melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya sepanjang hari esok.***