news

MBG di Batang Bikin 276 Orang Jatuh Sakit, Orang Tua Ikut Terdampak karena Makan Sisa Anak

Kamis, 24 September 2026 | 12:31 WIB
Dugaan keracunan MBG di Batang, Jawa Tengah yang menimpa siswa dan wali murid. (Threads/ayudiasekar_okra - Instagram/sppg.bawang)

Namun, kondisi Nur Hayati kemudian disertai mual. Pada saat bersamaan, Saadullah mendapat informasi mengenai dugaan keracunan MBG dari grup WhatsApp.

Saadullah mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa keluhan yang dialami istrinya diduga berkaitan dengan makanan MBG.

“Baru menyadari dari grup WhatsApp. Dari seharian tidur itu di grup pada kayak gitu, baru tahu ini kena MBG,” tuturnya.

Sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Batang, Nur Hayati sempat mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas Bawang. Dari fasilitas kesehatan tersebut, ia kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Terkait makanan yang dikonsumsi, Saadullah mengaku tidak mengetahui secara pasti seluruh menu yang dimakan istrinya. Namun, berdasarkan cerita Nur Hayati, ia sempat mengonsumsi sisa telur dari paket MBG tersebut.

Baca Juga: Tragedi Uang Setoran Berujung Petaka, Sopir Truk di Bali Kritis Dibakar Bos Sendiri

Dugaan keracunan tersebut disebut berkaitan dengan menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.

SPPG tersebut diketahui melayani sekitar 2.700 penerima manfaat yang tersebar di 11 sekolah. Sekolah-sekolah itu meliputi TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026) terdiri dari nasi putih, telur bolognese, sayur, tahu mendoan, dan anggur.

Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, turut mendatangi RSUD Batang untuk melihat kondisi para korban.

Baca Juga: Tutup Celah Pencucian Uang Triliunan Rupiah, IMC Desak Aturan Judi Online Masuk RUU Perampasan Aset

Suyono menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Menurutnya, kesalahan dalam proses memasak maupun pengelolaan makanan dapat berdampak serius terhadap kesehatan penerima manfaat.

“Jaga SOP benar-benar karena berkaitan dengan makan yang bisa menimbulkan kalau ada salah dari masak atau tidak sehat, akan menimbulkan keracunan. Ini rawan sekali,” kata Suyono.

Ia juga mengingatkan pengelola SPPG agar tidak mengabaikan prosedur keamanan pangan.

“Yang punya SPPG, hati-hati. SOP dipegang teguh, jangan sampai menimbulkan keracunan berikutnya yang bahkan bisa mengancam nyawa manusia,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini