news

48 Jam Nonstop! Kebakaran Pabrik Plastik di Balaraja Belum Padam, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Selasa, 8 September 2026 | 20:23 WIB
Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada kawasan pabrik plastik di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten. Berikut ulasannya. (Instagram.com/@infotangerang.id)
INSIBERNEWS - Amuk si jago merah yang meluluhlantakkan pabrik pengolahan plastik milik PT Technoplastika Prima Perdana di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.
 
Sejak pertama kali dilaporkan terbakar pada Minggu (6/9/2026) siang, kepulan asap hitam pekat masih terus membubung tinggi ke langit, memicu sorotan tajam dari warganet di berbagai platform media sosial hingga Selasa (8/9/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengonfirmasi bahwa setelah 48 jam operasi pemadaman berlangsung, titik api di area pabrik belum berhasil dijinakkan seutuhnya.
 
Baca Juga: Guru SMAN 1 Pamanukan Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan Siswa, Disdik Ungkap Temuan Awal
 
Tingginya tumpukan material plastik yang sangat reaktif dan mudah terbakar menjadi rintangan utama bagi tim di lapangan, sehingga kobaran api kerap kembali membesar meski sempat mereda sesaat.

Guna menuntaskan sisa-sisa api yang masih berkobar, otoritas kebencanaan setempat menyiagakan puluhan personel berserta armada tempurnya di lokasi kejadian.
 
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menegaskan bahwa tim pemadam tidak akan ditarik mundur sebelum situasi benar-benar dinyatakan aman terkendali.

"Jadi petugas tetap standby untuk memadamkan api. Saat ini 7 unit, berbeda dengan yang pertama 12 unit, sekitar 35 personel," papar Taufik memberikan perkembangan situasi terbaru.
 
Baca Juga: OJK Ungkap 1,27 Juta Rekening Dilaporkan Terkait Penipuan, Ratusan Miliar Dana Diamankan

Insiden berskala besar ini rupanya tidak hanya menghancurkan aset milik perusahaan, tetapi juga berdampak langsung pada permukiman warga yang berimpitan dengan area pabrik.
 
Sedikitnya 33 Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus meninggalkan kediaman mereka demi menghindari kepungan asap beracun, sementara satu unit rumah dilaporkan rusak akibat tertimpa reruntuhan tembok pabrik yang ambruk.

"Sementara sih ada satu rumah yang kena bangunan pabrik. Yang lainnya masih bertahan di rumah, dan ada juga yang ke keluarga, tapi masih ada juga yang bertahan," ungkap Taufik merinci nasib para pengungsi.

Akibat amukan api yang berlangsung sejak akhir pekan lalu, total kerugian materiel yang harus ditanggung oleh pihak pabrik ditaksir menembus angka Rp10 miliar.
 
Baca Juga: Viral Asap Hitam Menyembur di Gorong-gorong Pasar Baru, Polisi Pastikan Akibat Kabel PLN Overheat
 
Kendati proses pendinginan memakan waktu yang sangat alot, pihak BPBD tetap menaruh harapan besar agar operasi darurat pemadaman ini dapat diselesaikan, "Mudah-mudahan hari ini padam selesai ya, karena sudah banyak berkurang dari yang kemarin," pungkasnya optimistis.***

Tags

Terkini