Dalam kondisi mengantuk, siswi tersebut kemudian tertidur dengan posisi duduk dan tubuh bersandar ke meja.
Ia selanjutnya mengaku terbangun setelah merasakan adanya sentuhan dari guru yang bersangkutan. Dalam keterangannya yang beredar di media sosial, siswi tersebut menuding terjadi sentuhan pada sejumlah bagian tubuh yang bersifat sensitif.
Siswi itu juga mengaku sempat merasa tidak berdaya dan memilih berpura-pura masih tidur sebelum akhirnya berusaha meninggalkan ruangan.
Setelah berhasil keluar, ia disebut mencari pertolongan dan kemudian bertemu seorang temannya di lapangan sekolah. Siswi tersebut lalu menangis dan memeluk temannya.
Temannya kemudian membawanya ke ruang OSIS untuk menenangkan diri.
Kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan kini berada dalam penanganan aparat kepolisian. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa serta menguji berbagai informasi dan bukti yang telah beredar.
Hingga artikel ini ditulis, pihak SMAN 1 Pamanukan belum memberikan keterangan resmi mengenai aksi siswa maupun dugaan pelecehan yang menyeret salah satu guru di sekolah tersebut.
Publik pun masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik kasus yang memicu kemarahan ratusan siswa tersebut. ***