Chat Permintaan Maaf Ikut Beredar
Perhatian publik semakin meningkat setelah tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari terduga pelaku beredar di media sosial.
Dalam percakapan tersebut, pengirim pesan berulang kali menyampaikan permintaan maaf kepada seorang siswi. Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak disampaikan kepada pihak lain.
Salah satu pesan yang beredar berisi permintaan maaf dengan menggunakan panggilan "ayah" kepada siswi tersebut.
Baca Juga: 2 Terdakwa Kasus Andrie Yunus Dapat Keringanan, Menteri HAM Desak Langkah Kasasi
Pada hari berikutnya, pengirim pesan kembali menghubungi siswi dan menanyakan alasan dirinya tidak masuk sekolah sembari menyampaikan permintaan maaf.
Keaslian dan konteks lengkap percakapan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.
Polisi Amankan Oknum Guru
Aksi siswa yang berlangsung di sekolah akhirnya mendapat perhatian Polsek Pamanukan. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan AT guna mencegah situasi berkembang menjadi lebih buruk.
Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin mengatakan oknum guru tersebut telah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Baca Juga: Heboh Pria Ngamuk Bawa Celurit di Sudirman, Sempat Dituding Begal Ternyata Ini Faktanya
"Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, oknum guru tersebut sudah kita amankan dan sudah kita mintai keterangan," ujar Udin.
Setelah pemeriksaan awal, penanganan perkara tersebut disebut dilanjutkan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang.
Dugaan Pelecehan Bermula dari Pemanggilan ke Ruang Guru
Sementara itu, kronologi dugaan pelecehan turut beredar melalui sebuah tulisan yang disebut merupakan cerita dari siswi yang diduga menjadi korban.
Berdasarkan isi tulisan tersebut, siswi awalnya dipanggil ke ruang guru. Ia mengaku tidak menaruh curiga karena kondisi ruangan ketika itu disebut cukup ramai dan terdapat sejumlah siswa serta guru.
Baca Juga: Detik-Detik Garuda GA604 Hadapi Kendala Pecah Ban, Mendarat Selamat di Makassar
Saat tiba di ruangan, siswi tersebut disebut belum mengetahui alasan dirinya dipanggil. Ia kemudian menunggu sambil duduk di sebuah kursi karena guru yang bersangkutan sedang berbicara dengan siswa lain.