news

40 Bangunan Rata dengan Tanah, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Maut di Paniai Timur yang Tewaskan 11 Orang

Senin, 7 September 2026 | 13:40 WIB
Ilustrai - Kebakaran
INSIBERNEWS - Suasana malam yang tenang di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, mendadak berubah menjadi panggung tragedi memilukan.
 
Sebuah kebakaran dahsyat melanda kawasan padat penduduk pada Senin (7/9/2026) dini hari sekitar pukul 00.25 WIT, meluluhlantakkan 40 bangunan serta merenggut 11 korban jiwa.

Amukan si jago merah tersebut tidak hanya menelan belasan korban tewas, tetapi juga mengakibatkan 20 warga lainnya menderita luka-luka.
 
Kawasan yang hangus terbakar ini diketahui merupakan urat nadi perekonomian lokal, di mana sebagian besar warganya menggantungkan hidup dari berniaga dan membuka usaha di rumah mereka.
 
Baca Juga: Aji Mumpung di Tengah Bencana Anak Krakatau, Harga Masker N95 Meroket Tuai Kecaman hingga Seruan Boikot!

"TKP kebakaran merupakan lokasi di mana rata-rata penduduknya berdagang dengan membuka kios dan menjual berbagai barang kelontong," ungkap Kepala Polres Paniai, Ajun Komisaris Besar Polisi Royke Betaubun, saat memberikan keterangan dari Jayapura.

Saat ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Paniai tengah bergerak cepat mendalami penyebab pasti dari musibah yang ditaksir menelan kerugian material hingga Rp2 miliar tersebut.
 
Muncul dugaan adanya unsur kesengajaan setelah penyidik mengantongi keterangan krusial dari seorang saksi yang melihat dua sosok mencurigakan berdiri di depan kediaman korban berinisial N, sesaat sebelum kobaran api pertama kali terlihat.

Kehilangan terbesar dari musibah ini tergambar jelas dari daftar identitas para korban tewas yang merupakan anggota keluarga.
 
Korban meninggal dunia terdiri dari lansia bernama Najamuddin (70), keluarga Hasyim (30) dan istrinya Risma Falma (28) bersama tiga anak mereka, serta keluarga Wandi (36) yang berpulang bersama sang istri, Herlina (30), beserta tiga buah hati mereka.
 
Baca Juga: Langit Jakarta hingga Lampung Dikepung Abu Anak Krakatau, BNPB-BMKG Gelar Operasi Cuci Udara

"Korban Herlina yang merupakan istri Wandi dilaporkan sedang hamil delapan bulan dan jenazah saat ini sudah dimakamkan di Enarotali," jelas Royke menambahkan detail tragis dari musibah memilukan tersebut.

Kini, puluhan warga yang kehilangan tempat berteduh terpaksa mengungsi ke sejumlah fasilitas umum yang dinilai aman, termasuk Markas Polsek setempat dan Puskesmas Paniai Timur.
 
Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah masih terus bersinergi melakukan pendataan guna memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan bantuan kemanusiaan dan penanganan medis yang layak.***

Tags

Terkini