INSIBERNEWS - Bencana erupsi Gunung Anak Krakatau yang menebarkan abu vulkanik tebal memaksa masyarakat untuk ekstra hati-hati dan memakai alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk memastikan keselamatan saluran pernapasan, otoritas kesehatan sangat menyarankan penggunaan masker medis berjenis N95 atau KN95 yang memiliki daya saring partikel halus hingga di atas 95 persen.
Ironisnya, kepanikan dan tingginya kebutuhan alat pelindung ini justru dimanfaatkan secara kotor oleh oknum pedagang nakal di berbagai platform belanja daring.
Alih-alih berempati dengan penderitaan para korban terdampak, mereka tega menimbun barang dan melipatgandakan harga jual masker secara tak masuk akal demi meraup keuntungan instan secara masif.
Tindakan aji mumpung ini sontak memicu amarah publik, tak terkecuali dari kalangan figur publik seperti aktris Nana Mirdad yang turut meluapkan kekesalannya di jejaring sosial Threads.
Pada unggahannya di hari Senin (7/9/2026), Nana menyoroti ulah sebuah jenama resmi yang mendadak mengerek harga jual selembar masker dari Rp12 ribu menjadi Rp180 ribu hanya dalam waktu singkat.
Mengetahui seluk-beluk harga distributor karena lini bisnis sang suami, Nana mengecam keras lonjakan harga tersebut karena dianggap sangat tidak wajar dan tidak bermoral.
"Memang, jualan goalnya profit. Tapi ngga usah securang ini pada saat bencana kali ya. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan," tulisnya dengan nada kecewa.
Baca Juga: Langit Jakarta hingga Lampung Dikepung Abu Anak Krakatau, BNPB-BMKG Gelar Operasi Cuci Udara
Kekecewaan serupa juga disuarakan oleh kreator konten Angelinngel lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, setelah ia sendiri menjadi korban permainan harga penjual.
Ia merasa diperas lantaran masker pelindung yang pada awalnya ia lihat seharga Rp30 ribuan mendadak melonjak tajam hingga Rp120 ribu saat hendak melakukan proses pembayaran.
Ia sangat menyayangkan hilangnya nurani para penjual yang justru memanfaatkan penderitaan masyarakat demi menggemukkan dompet pribadi di tengah ancaman badai abu vulkanik.
"Maksudnya gimana ya, ini kan kita lagi butuh dan maskernya untuk beberapa hari karena abu vulkanik gimana anginnya. Dibikin harga segitu? Yang bener aja," protesnya.
Baca Juga: Botok Ungkap Isi Pertemuan dengan Dedi Mulyadi: Bahas RUU Perampasan Aset hingga Pesan Ini
Lebih parahnya lagi, tak sedikit warganet yang bernasib serupa hingga pesanan mereka dibatalkan secara sepihak oleh penjual dengan dalih ketiadaan stok, lalu barang itu diunggah kembali dengan harga selangit.
Geram dengan kecurangan yang semakin masif, masyarakat kini mulai saling berbagi informasi dan menyusun daftar hitam toko daring nakal tersebut untuk diboikot secara massal.***